Tugas Kelompok Manajemen Agroindustri


TUGAS KELOMPOK MANAJEMEN AGROINDUSTRI

ANALISIS GAYA MANAJEMEN – MANAJEMEN KONFLIK – MANAJEMEN RISIKO

PERENCANAAN PROYEK AGROINDUSTRI

Guru Pembimbing oleh Bapak Arie Febrianto

Nama Kelompok:

1.             Erni Susilowati                                           (125100318113037)

(Ernisusi.wordpress.com)

2.             Ismi Agus Setyaningsitah                      (125100318113001)

(http://blog.ub.ac.id/sitah/)

3.             Kuen Nazarisa                                           (125100318113020)

(http://blog.ub.ac.id/kuensa/)

4.             Perin Diana Eprida                                   (125100318113004)

(http://blog.ub.ac.id/perin/)

                               logo-ftp-2012

FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN

JURUSAN TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN

UNIVERSITAS BRAWIJAYA

2013

BAB I

PENDAHULUAN

1.1     Latar Belakang

                       Dalam jurusan teknologi industri pertanian terdapat mata kuliah manajemen agroindustri. Pengertian manajemen agroindustri itu sendiri adalah penerapan ilmu manajemen dalam industri pertanian agar dapat dilakukan secara efisien. Fungsi-fungsi manajemen yang meliputi perencanaan, organisasi, staffing, koordinasi, pengarahan dan pengawasan harus dijalankan pada setiap tahapan kegiatan agroindustri. Manajemen agroindustri terdapat gaya manajemen , manajemen konflik, manajemen resiko dan perencanaan proyek agroindustri. Menurut definisi, gaya manajemen adalah kepemimpinan metode yang menggunakan manajer dalam menjalankan sebuah perusahaan atau organisasi. Sebagai contoh, bagaimana proses pengambilan keputusan dilakukan atau bagaimana karyawan diperlakukan. Setiap gaya memiliki serangkaian karakteristik, positif, negatif dan bagaimana tugas-tugas yang dilakukan. Ini adalah gaya manajemen banyak dalam Bisnis.Didalam gaya manejemen ini terdapat 3 gaya manajemen yaitu gaya manajemen jepang, barat dan Indonesia. Pada setiap gaya manajemen memiliki karakteristik yang berbeda-beda.

                       Manajemen konflik merupakan serangkaian aksi dan reaksi antara pelaku maupun pihak luar dalam suatu konflik. Manajemen konflik termasuk pada suatu pendekatan yang berorientasi pada proses yang mengarahkan pada bentuk komunikasi (termasuk tingkah laku) dari pelaku maupun pihak luar dan bagaimana mereka mempengaruhi kepentingan (interests) dan interpretasi. Bagi pihak luar (di luar yang berkonflik) sebagai pihak ketiga, yang diperlukannya adalah informasi yang akurat tentang situasi konflik. Hal ini karena komunikasi efektif di antara pelaku dapat terjadi jika ada kepercayaan terhadap pihak ketiga.

                Manajemen risiko adalah suatu pendekatan terstruktur/metodologi dalam mengelola ketidakpastian yang berkaitan dengan ancaman; suatu rangkaian aktivitas manusia termasuk: Penilaian risiko, pengembangan strategi untuk mengelolanya dan mitigasi risiko dengan menggunakan pemberdayaan/pengelolaan sumberdaya.

1.2     Rumusan Masalah

1.       Gaya manajemen apakah yang digunakan pada PT Unilever dan PT Maspion?

a.       Apakah PT Unilever dan PT Maspion itu?

b.      Apakah perbedaan gaya manajemen dari PT Unilever dan PT Maspion?

2.       Gaya manajemen apa yang digunakan pada koperasi?

a.       Apakah pengeritan koperasi itu?

b.      Sesuikah gaya manajemen pada koperasi pada kultur Indonesia?

3.       Apakah manajemen konflik itu?

a.       Apa pengertian manajemen konflik?

b.      Apa saja jenis-jenis konflik?

c.       Konflik organisasi apa yang terjadi di Indonesia saat ini?

d.      Bagaimana penyelesaian konflik tersebut?

4.       Manajemen resiko pada PT Indofood

a.       Apa profil PT Indfoood ?

b.      Resiko apa saja yang terjadi di PT Indofood?

c.       Pengukuran resiko apa yang digunakan pada PT Indofood?

d.      Bagaimana pengendalian apa yang diterapkan oleh PT Indofood?

5.       Perencanaan proyek agroindustri pada PT Freeport

a.    Apa profil perusahaan PT Freeprt Indonesia?

b.   Manfaat ekonomis proyek (manfaat financial) apa yang terjadi pada PT Freeprt Indonesia?

c.    Manfaat ekonomis apa yang di tujukan kepada Negara oleh PT Freeport Indonesia?

d.   Manfaat social apa yang ditujukan kepada masyarakat sekitar oleh PT Freeport Indonesia?

1.3     Tujuan

1.       Mengetahui profil perusahaan PT Unilever dan PT Maspion.

2.       Mengetahu perbedaan gaya manajemen yang dianut oleh PT Unilever dan PT Masspion.

3.       Mengetahui pengertian dan gaya manajemen koperasi.

4.       Mengetahui pengertian manajemen konflik dan  jenis-jenis konflik.

5.       Mengetahui konflik yang terjadi di Indonesia sekaligus penyelesaian konflik.

6.       Mengetahui profil PT Indofood.

7.       Mengetahui resiko,pengukuran dan pengendalian  yang terjadi di PT Indofood.

8.       Mengetahui profil dan manfaat secara menyeluruh dari PT Freeport.

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

ISI

 

2.1 Gaya Manajemen

Perusahaan yang kami ambil adalah PT Unilever dan PT Maspion.

2.1.1          Profil Kedua Perusahaan

a. PT Unilever Indonesia Tbk (perusahaan) didirikan pada 5 Desember 1933 sebagai Zeepfabrieken N.V. Lever dengan akta No. 33 yang dibuat oleh Tn.A.H. van Ophuijsen, notaris di Batavia. Akta ini disetujui oleh Gubernur Jenderal van Negerlandsch-Indie dengan surat No. 14 pada tanggal 16 Desember 1933, terdaftar di Raad van Justitie di Batavia dengan No. 302 pada tanggal 22 Desember 1933 dan diumumkan dalam Javasche Courant. Perusahaan bergerak dalam bidang food and bavarages yaitu produksi sabun, deterjen, margarin, minyak sayur dan makanan yang terbuat dari susu, es krim, makanan dan minuman dari teh dan produk-produk kosmetik.

b. Maspion adalah salah satu produsen perkakas yang cukup besar. Perusahaan ini memiliki keahlian yang kuat di bidang pemasaran dan manufaktur berbagai rangkaian produk peralatan rumah tangga kualitas baik di peralatan dapur, peralatan rumah tangga plastik, glasswares, dan peralatan listrik rumah.

2.1.2          Pebedaan gaya manajemen kedua perusahaan :

 

a.       Pada kedua prusahaan ini terdapat perbedaan gaya manajemennya. Dalam perusahaan PT Unilever menggunakan gaya manajemen Indonesia. Sedangkan PT Maspion menggunakan gaya manajemen campuran yaitu antara manajemen Jepang dan Indonesia.  Berikut ini adalah analisis gaya manajemen yang dipakai kedua perusahaan ini :

b.      Dilihat melalui Strategi Manajemen Operasionalnya, PT. Unilever memiliki gaya manajemen Indonesia. Hal ini terlihat melalui strategi manajemen operasionalnya yang memiliki visi penyertaan, merangkul perbedaan, menciptakan kemungkinan dan berkembang bersama-sama untuk bisnis yang lebih baik kinerjanya. Bersama-sama diatas merupakan salah satu penanda ciri gaya manajemen Indonesia yang bersifat gotong royong.

c.       Bahwa Perusahaan Maspion memiliki gaya manajemen campuran antara gaya manajemen jepang dan gaya manajemen Indonesia. Gaya manajemen Jepang ditunjukkan dengan visi atau etika kerja Maspion pada poin pertama yaitu Kesetiaan, Kemampuan dan Kerja Keras seperti halnya cirri khas gaya manajemen Jepang. Sedangkan Gaya Manajemen Indonesia ditunjukkan pada poin etos kerja yang ketiga yaitu Kesatuan dan Kebersamaan. Sebagaimana kita ketahui bahwa gaya manajemen Indonesia memiliki cirri bergotong royong (bekerja sama) dalam setiap lini kehidupan dan pekerjaannya.

2.2         Gaya Manajemen usaha Koperasi

 

2.2.1          Sekilas tentang koperasi :

 Manajemen merupakan hal yang paling inti dalam mengelola suatu organisasi termasuk koperasi. Pengelolaan koperasi perlu dilakukan seperti pengelolaan badan usaha lainnya yakni meliputi fungsi manajemen, seperti Perencanaan, Pengorganisasian, Pengarahan, dan Pengawasan. Menurut Prof. Ewell Roy (dalam Limbong, 2010) menjelaskan bahwa manajemen koperasi melibatkan unsur-unsur seperti anggota, pengurus, manajer, dan karyawan koperasi. Dalam hal ini seorang manajer koperasi harus bisa mengorganisasikan unsur-unsur koperasi didalamnya agar mencapai produktivitas yang tinggi. Disisi lain seorang karyawan juga harus mampu menghubungkan antara manajemen dan anggota koperasi.

Manajemen koperasi dapat dilihat dari tiga sudut pandang yakni organisasi, proses dan gaya. Keberhasilan pengelolaan koperasi dapat dilihat dari kerjasama yang intens dari unsur-unsur koperasi dalam mengembangkan organisasi dan memberikan pelayanan yang terbaik pada anggota (A.H. Gophar dalam Limbong, 2010).

Dari segi proses, manajemen koperasi mengutamakan kebersamaan dalam pengambilan keputusan. Sedangkan Gaya dalam sudut pandang koperasi ialah  Gaya manajemen yang dianut koperasi ialah gaya partisipatif (Participation Management) dimana anggota ditempatkan sebagai subjek dan manajemen yang aktif dalam mengatur perusahannya.

2.2.2          Kultur Indonesia :

          Pada dasarnya, gaya manajemen Indonesia mengutamakan pada semboyan  Bhineka Tunggal Ika yang berlandaskan Pancasila. Dimana hal tersebut juga menyangkutkan jenis dari kultur budaya di Indonesia. Selain itu, mengutamakan prinsip gotong royong dan kesejahteraan anggotanya. Serta dalam dasar sistem manajemen berlandaskan Pancasila.

2.2.3          Hasil analisis :

Menurut kami gaya manajemen pada usaha koperasi sudah sesuai dengan kultur Indonesia. Karena gaya manajemen pada usaha koperasi mengutamakan kebersamaan dalam pengambilan keputusan. Dimana anggota ditempatkan sebagai subjek dan manajemen yang aktif dalam mengatur perusahannya. Hal ini sesuai dengan kultur Indonesia yang mengutamakan Bhineka Tunggal Ika dan musyawarah dalam memecahkan permasalahan.

2.3        Manajemen konflik

 

2.3.1          Pengertian konflik

Konflik adalah suatu proses antara dua orang atau lebih dimana salah satu pihak berusaha menyingkirkan pihak lain dengan cara menghancurkannya atau membuatnya menjadi tidak berdaya. Konflik itu sendiri merupakan situasi yang wajar dalam setiap masyarakat maupun yang tidak pernah mengalami konflik antar anggota atau antar kelompok masyarakat lainnya, konflik itu akan hilang bersamaan dengan hilangnya masyarakat itu sendiri. Konflik yang dapat terkontrol akan menghasilkan integrasi yang baik, namun sebaliknya integrasi yang tidak sempurna dapat menciptakan suatu konflik.

2.3.2          Jenis – Jenis Konflik :

Ada lima jenis konflik dalam kehidupan organisasi :

a.        Konflik dalam diri individu, yang terjadi bila seorang individu menghadapi ketidakpastian tentang pekerjaan yang dia harapkan untuk melaksanakannya. Bila berbagai permintaan pekerjaan saling bertentangan, atau bila individu diharapkan untuk melakukan lebih dari kemampuannya.

b.      Konflik antar individu dalam organisasi yang sama, dimana hal ini sering diakibatkan oleh perbedaan–perbedaan kepribadian.Konflik ini berasal dari adanya konflik antar peranan ( seperti antara manajer dan bawahan ).

c.       Konflik antar individu dan kelompok, yang berhubungan dengan cara individu menanggapi tekanan untuk keseragaman yang dipaksakan oleh kelompok kerja mereka. Sebagai contoh, seorang individu mungkin dihukum atau diasingkan oleh kelompok kerjanya karena melanggar norma – norma kelompok.

d.       Konflik antar kelompok dalam organisasi yang sama, karena terjadi pertentangan kepentingan antar kelompok atau antar organisasi.

e.       Konflik antar organisasi, yang timbul sebagai akibat bentuk persaingan ekonomi dalam sistem perekonomian suatu negara. Konflik ini telah mengarahkan timbulnya pengembangan produk baru, teknologi, dan jasa, harga–harga lebih rendah, dan penggunaan sumber daya lebih efisien.

2.3.3          Sumber-Sumber Utama Penyebab Konflik Organisasi

a.       Penyebab terjadinya konflik dalam organisasi, yaitu :

1.       Perbedaan individu, yang meliputi perbedaan pendirian dan perasaan,

2.       Perbedaan latar belakang kebudayaan sehingga membentuk pribadi-pribadi yang berbeda pula,

3.       Perbedaan kepentingan individu atau kelompok,

4.       Perubahan-perubahan nilai yang cepat dan mendadak dalam masyarakat

5.       Perbedaan pola interaksi yang satu dengan yang lainnya.

b.      Teknik-Teknik Utama Untuk Memecahkan Konflik Organisasi

Ada beberapa cara untuk menangani konflik yaitu :

1.        Introspeksi diri,

2.       Mengevaluasi pihak-pihak yang terlibat,

3.       Identifikasi sumber konflik,

c.       Spiegel (1994) menjelaskan ada lima tindakan yang dapat kita lakukan dalam penanganan konflik :

1.       Berkompetisi

Tindakan ini dilakukan jika kita mencoba memaksakan kepentingan sendiri di atas kepentingan pihak lain. Pilihan tindakan ini bisa sukses dilakukan jika situasi saat itu membutuhkan keputusan yang cepat, kepentingan salah satu pihak lebih utama dan pilihan kita sangat vital. Hanya perlu diperhatikan situasi menang – kalah (win-lose solution) akan terjadi disini. Pihak yang kalah akan merasa dirugikan dan dapat menjadi konflik yang berkepanjangan. Tindakan ini bisa dilakukan dalam hubungan atasan bawahan, dimana atasan menempatkan kepentingannya (kepentingan organisasi) di atas kepentingan bawahan.

2.       Menghindari konflik

Tindakan ini dilakukan jika salah satu pihak menghindari dari situsasi tersebut secara fisik ataupun psikologis. Sifat tindakan ini hanyalah menunda konflik yang terjadi. Situasi menang kalah terjadi lagi disini. Menghindari konflik bisa dilakukan jika masing-masing pihak mencoba untuk mendinginkan suasana, mebekukan konflik untuk sementara. Dampak kurang baik bisa terjadi jika pada saat yang kurang tepat konflik meletus kembali, ditambah lagi jika salah satu pihak menjadi stres karena merasa masih memiliki hutang menyelesaikan persoalan tersebut.

3.        Akomodasi

Yaitu jika kita mengalah dan mengorbankan beberapa kepentingan sendiri agar pihak lain mendapat keuntungan dari situasi konflik itu. Disebut juga sebagai self sacrifying behaviour. Hal ini dilakukan jika kita merasa bahwa kepentingan pihak lain lebih utama atau kita ingin tetap menjaga hubungan baik dengan pihak tersebut.

4.        Kompromi

Tindakan ini dapat dilakukan jika ke dua belah pihak merasa bahwa kedua hal tersebut sama –sama penting dan hubungan baik menjadi yang utama.Masing-masing pihak akan mengorbankan sebagian kepentingannya untuk mendapatkan situasi menang-menang (win-win solution).

5.        Berkolaborasi

Menciptakan situasi menang-menang dengan saling bekerja sama.Pilihan tindakan ada pada diri kita sendiri dengan konsekuensi dari masing-masing tindakan. Jika terjadi konflik pada lingkungan kerja, kepentingan dan hubungan antar pribadi menjadai hal yang harus kita pertimbangkan.

2.3.4          Berikut ini adalah konflik yang kami ambil :

                Untuk contoh kasus pada kali ini saya akan membahas tentang konflik antara dua institusi / organisasi negara yang berkelut dalam masalah penegakan hukum, yaitu KPK & POLRI. Konflik ini berawal dari terendusnya kasus korupsi pada lembaga POLRI tentang pengadaan alat tes pembuatan SIM oleh KPK. Dan KPK pun yang merasa ini adalah kasus yang berada di jalurnya ingin mengusut tentang kasus ini, tetapi konflik pun terjadi pada saat pihak POLRI bersikeras ingin mengusut kasus ini sendiri tanpa interfensi pihak lain karna POLRI merasa ini terjadi pada lembaganya sendiri. Konflik pun meruncing karna kedua pihak tetap bersiteguh dengan pendapat mereka masing-masing. Permasalahan bertambah pada saat terjadinya penarikan penyidik di pihak KPK yang notabene mereka tersebut memang anggota Kepolisian aktif yang direkrut oleh KPK sebagai penyidik dan diantara penyidik tersebut ada yang sedang menangani kasus simulator SIM. Dan karna sangat heboh dari kasus ini, sampai Presiden pun ikut campur tangan dalam kasus ini.

2.3.5          Penyelasian konflik  :

Untuk penyelesaiannya harus diadakan kesepakatan antar ke 2 belah pihak, dan harus ada satu yang mengalah. Dan memang mungkin di perlukan pihak ke 3 yang menengahi, dan pada kasus ini adalah Presiden yang menjadi pihak ke 3. Penyelesaian ini terkait dengan tindakan yang dapat kita lakukan dalam penanganan konflik yaitu kompromi,dimana Tindakan ini dapat dilakukan jika ke dua belah pihak merasa bahwa kedua hal tersebut sama –sama penting dan hubungan baik menjadi yang utama. Masing-masing pihak akan mengorbankan sebagian kepentingannya untuk mendapatkan situasi menang-menang .

2.4         Manajemen Risiko

 

2.4.1          Profil perusahaan

        PT. Indofood Sukses Makmur didirikan pada tahun 1974 yang merupakan merger dari 19 instan noodle manufactures. Produknya dipasarkan dengan merek:  Indomi, Sarimi, Supermi, Pop Mie. Perusahaan juga memproduksi masakan Indofood dan saus kecap dengan merek Indofood dan piring lombok, termasuk juga produk makanan ringan seperti Chiki, Chitato, Chitos, Tugu Lawak dan Cafela Coffe. Lokasi kantor pusat berada di gedung Ariobimo Sentral, HR Rasuna Said Jakarta, sedangkanuntuk lokasi pabriknya berada di Jakarta, Bekasi Jawa Barat, Semarang Jawa Tengah, malang, Bangil Jawa Timur, Medan, Riau, palembang, Banjarmasin dan Ujung Pandang.

             Perusahaan ini mempunyai 12 cabang, diantaranya adalah PT. Ciptakemas Abadi, PT. Intranusa Cipta, PT. Tristara Makmur (100% kepemilikan), PT. Indosentra Pelangi (70% kepemilikan), PT. Arthanugraha Mandiri (51%) dan PT. Putri Usaha Tama (50% kepemilikan). PT Indofood Sukses Makmur Tbk mencatat dirinya pertama kali di Bursa Efek jakarta pada tanggal 14 juli 1994, dengan jumlah saham sebanyak 21.000.000 dan harga saham perdana sebesar Rp 6.200,00

2.4.2          Identifikasi risiko :

 Identifikasi Resiko PT Indofood Sukses Makmur Tbk. Seperti halnya dengan bidang-bidang usaha lainnya, bidang usaha Perseroan juga tidak terlepas dari risiko-risiko baik mikro maupun makro. Di bawah ini adalah risiko yang dihadapi Perseroan antara lain:

a.        Kondisi ekonomi dalam negeri yang tidak stabil dapat memberikan dampak Negara terhadap Grup Indofood.

b.      Risiko yang ditimbulkan oleh depresiasi Rupiah.

c.       Risiko dari kemungkinan terjadinya produk tercemar, isu produk tidak halal, serta isu penggunaan bahan pengawet.

d.      Harga dan biaya produksi berfluktuasi tergantung pada harga bahan baku di pasar internasional dan fluktuasi nilai tukar Rupiah terhadap valuta asing.

e.      Risiko yang dapat ditimbulkan oleh adanya pemogokan tenaga kerja

2.4.3          Pengukuran risiko :

Dibawah ini adalah pengukuran resiko PT Indofood :

No

Risiko

Tingkat pengukuran

Dampak

1.

Kondisi ekonomi dalam negeri yang tidak stabil dapat memberikan dampak negatif

Berat

Serius

2.

Risiko yang ditimbulkan oleh depresiasi Rupiah

Sedang

Katastrofik

3.

risiko dari kemungkinan terjadinya produk tercemar, isu produk tidak halal, serta isu penggunaan bahan pengawet

Berat

Serius

4.

Harga dan biaya produksi berfluktuasi tergantung pada harga bahan baku di pasar internasional dan fluktuasi nilai tukar Rupiah terhadap valuta asing

Sedang

Katastrofik

5.

Risiko yang ditimbulkan oleh pemogokan tenaga kerja

Berat

Serius

·         Tingkat pengukuran risiko bisa dinilai rendah (<25), Sedang (25-50 ), berat (>50)

·         Dampak risiko bisa dinilai sebagai katastrofik (pengeluaran lebih besar dari pada pendapatan), serius, bisa ditolerir, atau tidak signifikan.

2.4.4          Pengendalian risiko :

1.      Pengendalian yang dilakukan untuk menangani Kondisi ekonomi dalam negeri yang tidak stabil dapat memberikan dampak negatif  terhadap Grup Indofood dengan perlu diantisipasi dengan cara menabung keuntungan dari penjualan produk PT Indofood. Karena jika sewaktu-waktu kondisi ekonomi dalam negeri tidak stabil, kita masih mempunyai modal yang disimpan di bank.

2.      Pengendalian yang dilakukan untuk menangani Risiko yang ditimbulkan oleh depresiasi Rupiah dengan cara PT Indofood harus mempunyai simpanan uang dalam jenis dollar. Karena kemungkinan besar dengan adanya penurunan rupiah, nilai mata uang dollar akan naik.

3.      Pengendalian yang dilakukan untuk menangani risiko dari kemungkinan terjadinya produk tercemar, isu produk tidak halal, serta isu penggunaan bahan pengawet dengan memberikan logo halal di kemasan. Memberikan bukti sertifikat MUI yang resmi. Pada bahan pengawet dengan cara pengecakan melalui laboratorium untuk membuktikan bahwa produk ini tanpa bahan pengawet.

4.      Pengendalian yang dilakukan untuk menangani Harga dan biaya produksi berfluktuasi tergantung pada harga bahan baku di pasar internasional dan fluktuasi nilai tukar Rupiah terhadap valuta asing.

2.5        Perencanaan Proyek Agroindustri

 

2.5.1          Profil Perusahaan

                PT. Freeport Indonesia (PTFI) adalah sebuah perusahaan pertambangan yang mayoritas sahamnya dimiliki Freeport-McMoRan Copper & Gold Inc. PTFI merupakan penghasil terbesar konsentrat tembaga dari bijih mineral yang juga mengandung emas dalam jumlah yang berarti. PTFI tidak hanya mendukung kebutuhan ekonomi tetapi juga mendukung kebutuhan sosial dan lingkungan hidup, sehingga tidak mengganggu kesinambungan kehidupan generasi di masa akan datang.

                Awal berdirinya PT Freeport Indonesia (PTFI) bermula saat seorang manajer eksplorasi Freeport Minerals Company; Forbes Wilson, melakukan ekspedisi pada tahun 1960 ke Papua setelah membaca sebuah laporan tentang ditemukannyaErtsb erg (Gunung Bijih), sebuah cadangan mineral, oleh seorang geolog Belanda; Jean Jacques Dozy, pada tahun 1936.

                Setelah ditandatanganinya Kontrak Karya pertama dengan Pemerintah Indonesia bulan April 1967, PTFI memulai kegiatan eksplorasi di Ertsberg pada Desember 1967. Konstruksi skala besar dimulai bulan Mei 1970, dilanjutkan dengan ekspor perdana konsentrat tembaga pada bulan Desember 1972.

                        Setelah para geolog menemukan cadangan kelas dunia Grasberg pada tahun 1988, operasi PTFI menjadi salah satu proyek tambang tembaga/emas terbesar di dunia. Di akhir tahun 1991, Kontrak Karya kedua ditandatangani dan PTFI diberikan hak oleh Pemerintah Indonesia untuk meneruskan operasinya selama 30 tahun.

2.5.2          Manfaat – manfaat PT Freeprt Indonesia (PTFI)

a.       Manfaat ekonomis proyek bagi proyek itu sendiri (manfaat finansial)

 Perusahaan lebih mudah mengalokasikan dana yang mengendap melalui kegiatan pemberian kredit bagi masyarakat yang ingin melakukan kegiatan ekonomi seperti (KUR) , perusahaan akan lebih mudah apabila ingin mencari karyawan sesuai yang diinginkan, dan dapat meningkatkan penghasilan perusahaan juga sebab apabila taraf hidup masyarakat maju maka daya beli masyarakat juga akan bertambah hal ini yang akan menjadi bertambahnya penghasilan bagi perusahaan.

b.      Manfaat ekonomi bagi negara (ekonomi makro)

        PT Freeport Indonesia (PTFI) yang bergerak di bidang pertambangan memberikan manfaat ekonomi langsung dan tidak langsung yang cukup besar bagi pemerintah di tingkat pusat, provinsi maupun kabupaten, dan bagi perekonomian Papua dan Indonesia secara keseluruhan. Manfaat langsung termasuk kontribusi lazimnya suatu perusahaan kepada negara, mencakup pajak, royalti, dividen, iuran dan dukungan langsung lainnya. PT Freeport Indonesia (PTFI)  merupakan penyedia lapangan kerja swasta terbesar di Papua, dan termasuk salah satu wajib pajak terbesar di Indonesia. Pada tahun 2005, PTFI berhasil mencapai tingkat produksi tertinggi di saat harga-harga komoditas cukup tinggi. Oleh sebab itu, jumlah pembayaran dalam bentuk pajak, royalti, dividen, dan iuran untuk tahun 2005 mencapai sekitar 1,2 miliar dolar AS, yang merupakan jumlah terbesar sepanjang sejarah kami. Sejak tahun 1992, manfaat langsung bagi Indonesia telah mencapai 3,9 miliar dolar AS.

Kontribusi tidak langsung PTFI bagi Indonesia jumlahnya jauh lebih besar lagi, dan sejak tahun 1992 meliputi hal-hal sebagai berikut:

·         Investasi sejumlah hampir 4,8 miliar dolar AS untuk membangun prasarana perusahaan di Papua, termasuk kota-kota, sarana pembangkit listrik, pelabuhan dan bandar udara, jalan, jembatan, terowongan, sarana pembuangan limbah, sistem komunikasi modern, dan prasarana lainnya yang kepemilikannya akan beralih ke Pemerintah Indonesia pada saat masa kontrak kami berakhir.

·         Investasi sebesar lebih 425 juta dolar AS dalam bentuk prasarana sosial yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat setempat seperti gedung sekolah, rumah sakit, klinik kesehatan, perkantoran, sarana ibadah, sarana rekreasi dan pengembangan usaha kecil dan menengah.

·         Penyediaan lapangan kerja secara langsung dari PTFI bagi sekitar 8.000 orang pada tahun 2005. Dari jumlah tersebut, lebih dari 2.000 orang, atau lebih dari 25 persen adalah putra daerah Papua.

·         Pembayaran upah bagi karyawan PTFI sendiri telah mencapai lebih dari 1 miliar dolar AS sejak tahun 1992.

·         Lapangan kerja bagi karyawan kontrak, perusahaan privatisasi dan perusahaan mitra lainnya yang melayani kebutuhan PTFI, jumlahnya mencapai 10.700 pekerja pada tahun 2005. Artinya, jumlah orang yang dipekerjakan atau yang melayani kegiatan operasi kami secara keseluruhan mencapai sekitar 18.700 orang.

·         Pembelian barang dan jasa dari dalam negeri sebesar lebih 3,7 miliar dolar AS.

        Secara langsung dan tidak langsung, 277.000 lapangan kerja telah tercipta dengan keberadaan PTFI. (Studi LPEM-UI).

        Pada tahun 2003, kami menugaskan Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat, Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (LPEM-UI) untuk melakukan kajian dampak ekonomi atas efek berganda dari PTFI terhadap Papua dan Indonesia sejak tahun 1992. Studi ini dikaji ulang di tahun 2005. Para pakar ekonomi tersebut menemukan bahwa kontribusi PTFI mewakili:

·         2,4 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia, 58 persen PDRB Papua, dan 99 persen PDRB Kabupaten Mimika di tahun 2005.

·         Kontribusi terhadap PDB nasional tersebut mencapai hampir 65 triliun rupiah di tahun 2005, atau lebih dari 7 miliar dolar AS berdasarkan kurs pada saat itu. PTFI telah memberikan kontribusi lebih dari 40 miliar dolar AS kepada PDB nasional sejak tahun 1992.

·         Menciptakan 37 peluang kerja tidak langsung bagi setiap karyawan perusahaan, sehingga secara nasional menambah 277.000 kesempatan kerja.

·         Pembayaran pajak perusahaan mencapai 1,6 persen dari Anggaran Belanja Nasional.

·         Membiayai lebih dari 63 persen dari seluruh dana program pengembangan masyarakat yang merupakan kontribusi sektor pertambangan di Indonesia melalui berbagai program sosial perusahaan.

·         Mencapai 1,3 persen dari seluruh pendapatan rumah tangga negara, dan 42 persen dari pendapatan provinsi Papua.

c.       Manfaat sosial bagi masyarakat sekitar proyek

Bantuan perumahan 3 desa di Dataran Tinggi dan 5 desa di Dataran Rendah. Selain itu, sejak tahun 1996, PTFI telah mengalokasikan sebagian dari pendapatannya untuk dimanfaatkan masyarakat setempat melalui Dana Kemitraan Freeport bagi Pengembangan Masyarakat. Dana tersebut telah membantu pembangunan sekolah, rumah sakit, sarana ibadah, perumahan dan sarana umum pada wilayah operasi kami di Papua. Dana tersebut juga mendukung serangkaian program dan pelatihan komprehensif di bidang kesehatan dan pendidikan serta berbagai prakarsa pengembangan usaha kecil, agar masyarakat Papua memperoleh manfaat dari perkembangan ekonomi yang tengah terjadi di daerah ini.

        Kontribusi untuk dana kemitraan, termasuk bagian dari mitra usaha patungan kami Rio Tinto plc, mencapai jumlah 42 juta dolar AS pada tahun 2005, dan jumlah total kontribusi bagi dana tersebut mencapai 194 juta dolar AS sejak awalnya. Majalah Business Week yang menerbitkan hasil survei mengenai peringkat perusahaan-perusahaan AS paling dermawan, telah dua kali menempatkan Freeport-McMoRan Copper & Gold Inc. sebagai perusahaan AS yang paling dermawan dari segi jumlah uang tunai yang disisihkan dari persentase pendapatan. Hal ini sebagian besar berkat Dana Kemitraan bagi Pengembangan Masyarakat.

BAB III

PENUTUP

3.1         Kesimpulan

Dari analisis yang telah kami lakukan dapat di tarik kesimpulan bahwa kedua contoh perusahaan yang kami ambil  memiliki gaya manajemen yang berbeda. Pada PT Unilever menggukan gaya manajemen Indonesia sedangkan PT Maspion menggunakan gaya manajemen campuran antara Jepang dan Indonesia. Pada manajemen konflik kami mengambil contoh kasus antara konflik KPK dengan Polri yang menurut analisis kami dapat di selesaikan dengan kompromi dan adanya penengah di antara konflik ini.

Dalam manajemen resiko kami mengambil PT Indofood yang di analisis mealui identifikasi resiko, pengukuran resiko dan pengendalian resiko. Lalu yang terakhir adalah perencanaan proyek agroindustri dimana kami mengambil PT Freeport sebagai bahan analisis kami. Pada PT Freeport ini kami menganalisis tentang manfaat bagi perusahaannya sendiri, Negara dan masyarakat sekitar.

3.2         Saran

Dalam pengerjaan tugas sebaiknya terlebih dahulu memahami soal yang di berikan. Karena jika kita tidak memahami terlebih dahulu maka akan salah tafsir dan membuang waktu sia-sia. Selain itu untuk proses pengerjaannya di butuhkan kekompakan antara anggota kelompok. Agar terselesaikan tepat waktu dan hasilnya maksimal.

DAFTAR PUSTAKA

http://perry-syah.blogspot.com/2013/01/profil-pt-unilever-indonesia-tbk.html

http://ikubarunovryan.blogspot.com/2013/04/manajemen-koperasi.html

http://alwi-hafiz.blogspot.com/2012/11/konflik.html

http://abdelhafizka09.blogspot.com/2012/12/konflik-organisasi.html

http://www.pasarpetani.com/2013/04/identifikasi-dan-jenis-sumber-resiko-5.html

http://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=2&cad=rja&ved=0CDMQFjAB&url=http%3A%2F%2Fdirectory.umm.ac.id%2FData%2520Elmu%2Fdoc%2Fbab_45.doc&ei=5y-0UbHrHMn-rAestIH4AQ&usg=AFQjCNF_aU3IiQBZdAwHnTDuit3S7izhrg&sig2=Thl26o7ql5L-pCz551nfeA&bvm=bv.47534661,d.bmk

http://uutz-ok.blogspot.com/2010/03/manfaat-ekonomi-bagi-pt-freeport.html

http://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=manfaat%20manfaat%20finansial%20pt%20freeport&source=web&cd=3&cad=rja&ved=0CDUQFjAC&url=http%3A%2F%2Fpt-inco.co.id%2Fpdf%2FPaper%2520Seminar%2520Pertambangan%2520LPEM-KADIN.pdf&ei=HyG0Uea6D8HhrAev94GQCA&usg=AFQjCNF1yWs0_vljvKQ6Vh59zxZZQAStJg&bvm=bv.47534661,d.bmk

Di akses pada tanggal 9 juni 2013.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s